jam cantik

Kamis, 26 November 2015

merawat tanaman bunga dalam pot

  1. Merawat tanaman bunga dalam pot

    Tanaman hias dalam pot adalah pilihan yang tepat bagi Anda yang memiliki luas taman terbatas. Rumah Anda akan makin sempurna dengan kehadiran tanaman tersebut. Hanya saja, merawat bunga dalam pot tidak sebagaimana merawat tanaman di alam terbuka. Sebab dari segi media, ruang yang disediakan untuk tanaman hanya sebatas pada ukuran pot saja. Bagi Anda pecinta tanaman hias dalam pot, berikut ini kami berikan tips perawatannya:
    Pertama, media tanam. Hindari menggunakan media tanam hanya berupa tanah saja.  Namun gunakan media tanam campuran sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam. Sebelum media tanam dimasukkan ke dalam pot, lapisi bagian bawahnya dengan menggunakan styrofoam. Styrofoam berfungsi mengalirkan air sehingga mencegah air tergenang. Jika air tergenang, maka tanah menjadi padat.. Hal ini akan menyebabkan warna daun menjadi kuning, layu, atau bentuknya keriting.  Selain styrofoam, Anda bisa menggantikannya dengan sabut kelapa.
    Kedua, cahaya matahari. Perhatikan jenis tanaman hias yang Anda tanam dalam pot. Apakah termasuk yang membutuhkan cahaya matahari langsung ataukah harus ditempatkan di lokasi yang teduh. Jika jenis tanaman hias tersebut membutuhkan cahaya matahari langsung, maka Anda harus rajin menaruhnya di tempat yang terkena cahaya matahari langsung. Sebaliknya jenis tanaman teduh, sekali waktu Anda perlu menaruhnya di luar agar mendapatkan cahaya matahari langsung. Yakni minimal sekali dalam lima hari. Khusus untuk tanaman buah dalam pot serta tanaman berbunga, Anda harus memastikan tanaman tersebut terkena cahaya matahari. Sebab bila pasokan cahaya matahari kurang, maka tanaman tadi tidak akan berbunga dan sulit berbuah.
    Ketiga, ukuran pot. Seiring dengan pertumbuhannya, tanaman hias dalam pot juga akan terus membesar. Jika ukurannya semakin besar, maka Anda perlu memindahkannya ke dalam pot yang ukurannya lebih besar. Namun untuk tanaman bonsai, Anda tidak perlu mengganti media tanam maupu potnya. Anda cukup menghambat pertumbuhannya dengan rajin memotong batangnya. Dengan cara ini, tanaman akan tetap berukuran kerdil.
    Keempat, membersihkan daun. Setiap dua minggu sekali Anda harus meluangkan waktu untuk membersihkan setiap helai daun tanaman hias tersebut. Bila Anda rutin melakukannya, maka setiap helai daun tersebut akan nampak mengkilat, bersih, dan juga sehat. Pembersihan permukaan daun akan membantu kelancaran proses fotosintesis karena pori-pori daun lebih bersih. Proses pembersihan daun bisa menggunakan cairan khusus (semir daun). Namun jika Anda kesulitan mendapatkannya, Anda bisa menggunakan susu cair. Basahi permukaan lap dengan susu cair. Lalu gosok dengan lembut setiap helai daun dengan menggunakan lap tersebut.
    Kelima, pemupukan. Untuk tanaman hias berbunga, Anda harus memberinya pupuk NPK setiap bulan sekali.
    Keenam, hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit bisa ditanggulangi dengan penyemprotan insektisida.
    4

    Lihat komentar

  2. cara merawat bunga adenium.


    Bunga adalah tanaman yang banyak disukai  orang, karena jika melihat bunga dapat menyegarkan pikiran kita. Salah satu bunga yang menarik dan popular adalah bunga adenium. Bunga ini sering kita jumpai desiktar kita. Terutama dipekarangan rumah-rumah tetangga. Cara merawatnya pun mudah. Berikut adalah cara merawat bunga adenium.
    Merawat tanaman hias seperti Adenium memerlukan tiga kunci utama; kesabaran, ketekunan, ketelitian.  Semua jenis Adenium sangat bergantung pada pencahayaan yang baik dan penyiraman yang teratur.  Mereka memang memerlukan daerah yang teduh, tetapi pencahayaan yang baik tetap harus ada terutama jika mereka ditumbuhkan dalam rumah kaca.  Adenium akan tumbuh subur jika disiram teratur, namun Anda harus jeli mengetahui kapan masa dormansi tanaman ini.
    Pada fase dormansi, tidak apa bagi Anda untuk membiarkannya tanpa air, karena tanaman ini memang sedang “tidur”.  Saat melakukan penyiraman, jangan sampai Anda memberikan terlalu banyak air.  Air yang berlebih dapat menyebabkan rontoknya daun Adenium.  Jika Anda menggunakan sprayer dalam menyiram tanaman, 3-4 kali semprotan adalah jumlah yang cukup.  Pupuk yang baik digunakan untuk merawat Adenium adalah pupuk cair yang harus diberikan minimal 2 kali dalam setahun.
    Umumnya semua jenis Adenium harus diganti tanahnya dan diatur perakarannya setiap dua tahun sekali.  Meski pun pada beberapa varian tertentu dibutuhkan pergantian tanah yang lebih sering lagi, seperti pada varian golden atau diamond crown.  Pergantian tanah ini penting, untuk mengontrol tumbuhnya jamur atau adanya sarang-sarang kumbang kecil yang senang menyerang bonggol dan akar Adenium.  Adenium yang ditanam dalam pot kecil dapat mencapai ketinggian 13 cm, dengan diameter bonggol 8 cm.
    Kegiatan yang cukup mengasyikkan dalam merawat Adenium adalah saat mengatur bentuk percabangannya, apalagi jika Adenium milik Anda adalah varian golden atau diamond crown.  Salah satu cara yang paling umum digunakan untuk membentuk pola percabangan adalah dengan menggunakan kawat dan bantuan sinar matahari.  Untuk membentuk percabangan yang simetris, Anda hanya perlu memutar-mutar pot, membuat bagian cabang yang pendek mendapatkan cahaya matahari paling banyak sehingga panjangnya sama dengan cabang pada sisi lain.
    Sangat disarankan untuk menggunakan sarung tangan saat menangani Adenium, karena getah Adenium mengandung zat toksin yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika tidak sengaja terminum.
    Demikian cara merawat bunga adenium, anda bisa mempraktikannya di rumah anda, mudah bukan. Semoga berhasil selamat mencoba.
    1

    Lihat komentar

  3. MENANAM DAN MERAWAT MELATI AIR




    Melati Air, Si Eksotis Yang Rajin Berbunga Tanaman ini punya banyak kelebihan. Selain ­rajin berbunga tak kenal musim, melati air (Echinodorus palaefolius) juga punya bentuk daun yang eksotis, makin ke atas makin melebar.

    Tanaman ini punya banyak kelebihan. Selain ­rajin berbunga tak kenal musim, melati air (Echinodorus palaefolius) juga punya bentuk daun yang eksotis, makin ke atas makin melebar.

    Ada 3 jenis melati air yang dikenal secara awam. Menurut Muslim dari Duta Lotus Sawangan, Depok, ada yang biasa disebut dengan melati air nomor 1, nomor 2 dan nomor 3. Masing-masing memiliki ciri berbeda.

    Yang paling laku adalah melati air nomor 3. Perbedaannya, melati air nomor 1 memiliki bentuk daun lebih tebal dan lebar seperti mangkuk, tanpa gelombang di sekeliling daunnya. “Bunganya dobel, satu kuncup bisa muncul beberapa bunga,” tambah Muslim.

    Bentuk daun melati air nomor 2 mirip dengan nomor 1. “Bedanya, sekeliling daunnya bergelombang. Bunganya juga dobel,” lanjutnya. Sementara melati air nomor 3 daunnya lebih kecil dengan corak kehitaman semacam tompel, dan batang lebih panjang.

    Tompel ini bukan penyakit atau kelainan pada tanaman, melainkan ciri melati air nomor 3. Ada lagi melati air variegata dan melati air daun merah. Daun dan batangnya berwarna merah, sementara bunganya putih besar.

    Ada beberapa gangguan yang sering mampir ke melati air. Yang pertama adalah karat pada daun. Muncul bercak kekuningan di daun akibat terkena air hujan, khususnya pada jenis melati air nomor 1. Agar tak terkena penyakit karatan, hindari terkena air hujan secara langsung.

    “Bisa menggunakan atap tembus matahari, misalnya fiber. Ini akan mencegah daun dari karat,” kata Muslim. Penyakit lain adalah serangan kutu hitam dan belalang. Untuk mengatasinya cukup menggunakan insektisida seperti Furadan atau Decis.

    Gampang Stres

    Bunga melati air berwarna putih dan muncul sepanjang waktu. Bunga inilah yang digunakan untuk perbanyakan. Setelah mekar dan keluar tunasnya, kemudian keluar daun.

    Nah, daun ini lalu dipotong dan ditancapkan ke media tanam. “Satu pucuk bisa berisi 3 tunas. Bisa langsung ditanam sekaligus, bisa pula dipecah satu-satu,” lanjut Muslim yang sudah puluhan tahun membudidayakan tanaman air.

    Yang harus diingat, kadar stres melati air cukup tinggi. “Jadi, kalau mau memecah bunga, sebaiknya hati-hati. Kalau dipecah, pasti stres, meskipun nggak sampai mati. Paling daunnya hangus atau kering dan kita berharap ke daun baru ­untuk keluar tunas baru.”

    Daun yang stres ini sebaiknya dipotong, sementara tunasnya langsung ditanam, ­tidak perlu dipecah-pecah. “Ini supaya ketika satu rusak, daun lainnya masih bisa ber­kembang dan bagus tampilannya.”

    Tapi, jangan khawatir, perawatan melati air ­relatif gampang, kok. Yang penting cukup air, tidak kering kerontang. “Sebetulnya kondisi lembap pun sudah cukup. Bahkan, dilempar pun bisa hidup, kok. Cuma, tergantung kebiasaan. Kalau sudah terbiasa tergenang air, sebaiknya harus selalu ter­genang,” imbuh Muslim.

    Begitu tumbuh akar, melati air akan mencari sendiri tanah yang sesuai untuknya. Yang penting tanaman air bisa berdiri tegak, se­telah itu ia akan menyesuaikan sen­diri.

    Perawatan sehari-hari yang lain adalah rajin-rajin mengecek apakah ada belalang atau kutu hitam. Kutu hitam akan menyebabkan daun tak bisa membesar. Kutu hitam juga cepat menular dan beranak.

    Pas Di Mana SajaPenempatan melati air di areal rumah relatif bisa di mana saja. Menurut Andie, landscapper dari x-oticgarden Bandung, melati air bisa ditanam di mana saja di seluruh bagian rumah. Bisa di halaman ­belakang, di samping, atau di halaman depan rumah.

    “Yang penting mendapat ­cahaya cukup, karena bunga bisa layu kalau kurang cahaya. Tapi jangan ter­lalu teduh atau terlalu panas, karena ­tanaman bisa kerdil,” katanya.

    Soal wadah atau pot, kata Andie, bentuknya kembali ke konsep keseluruhan rumah. “Kalau konsep rumahnya tropis, bisa pilih bentuk pot natural, kalau minimalis pilih bentuk geometris. Sementara untuk material bisa memilih gerabah atau batu alam.”

    Tak Boleh Sembarang BongkarBanyak juga yang mengeluhkan tanaman air cepat rusak. “Sebetulnya itu tergantung perawatannya. Kuncinya hanya dua, yaitu cukup air dan pemberian pupuk NPK. Pada saat daun mulai mengecil atau menguning, saatnya memberi beri NPK. Biasanya daun akan normal kembali,” kata Muslim.

    Setelah tanaman cukup besar, sebaiknya dipindah ke wadah yang lebih besar. Bisa ke bak atau pot. “Melati air sangat bagus tumbuh di media yang lebar. Makin lebar dan besar wadah, makin bagus tampilannya. Bisa menggunakan pot tanah, sementara media tanamnya lumpur, pupuk kandang, ditambah pupuk NPK.”

    Yang harus diperhatikan, sebaiknya berhati-hati ketika memindahkan melati air dari ember ke wadah yang lebih besar, pot misalnya. Tak boleh sembarang bongkar agar akar tanaman tidak putus.

    Cara yang tepat, dengan menuangkan melati air beserta media tanamnya dari wadah asal dan biarkan ia keluar dengan sendirinya. Setelah keluar, baru diangkat dan dipindah ke pot.
     

  4. Cara Dan Tips Merawat Bunga Anggrek

    Tips merawat bunga anggrek, bunga anggrek, sebuah bunga yang bisa dikatakan cukup langka pada daerah2 tertentu, kita semua mungkin sudah tahu bahwa untuk merawat bunga anggrek bukanlah hal yang mudah, hal ini disebabkan oleh beberapa perbedaan karakteristik dalam perawatan bunga anggrek tersebut, misalnya dari segi media tanam, dari segi habitat iklim dan sebagainya, nah dari situlah hingga terkadang seseorang merasa enggan untuk menanam bunga cantik yang satu ini.
    Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat digunakan untuk merawat bunga anggrek milik anda…
    1. Lokasi, suhu dan kelembaban: Anggrek akan tumbuh dengan baik di dataran tinggi (di dataran rendah juga bisa hidup, tetapi harus memenuhi ketentuan yang tepat), suhu berkisar 15 – 35 derajat Celcius (suhu optimum 21 derajat Celcius) dengan sirkulasi udara yang baik. Kelembaban udara berkisar 65 – 70 %.
    2. Cahaya matahari: Tanaman anggrek pantang kena sinar matahari langsung, tetapi masih toleran terhadap sinar matahari pagi (antara jam 7 – 9 pagi). Anggrek yang kurang dapat cahaya matahari tumbuh kurus, berdaun sempit dan panjang, sebaliknya jika kelebihan sinar matahari daun akan menguning seperti terbakar. Anggrek akan tumbuh dengan baik jika digantung di bawah kerimbunan pohon.
    3. Penyiraman: Tidak ada patokan tepat untuk menyiram anggrek. Cara praktis untuk mengetahui apakah tanaman sudah perlu disiram dengan memantau kondisi media tanamnya. Penyiraman sebaiknya dengan sprayer dan air yang digunakan bebas kaporit dan senyawa kimia lainnya. Anggrek muda lebih membutuhkan banyak air, penyiraman sebaiknya 1 hari 1 kali. Untuk anggrek yang lebih besar, 2 hari sekali cukup memadai. Terlalu banyak air akan membuat anggrek mudah diserang jamur yang menyebabkan daun dan akar membusuk. Bunga anggrek sebaiknya jangan terkena air karena akan cepat rontok.
    4. Pemupukan: Anggrek perlu dipupuk untuk membuatnya rajin berbunga. Tips untuk memilih pupuk yang tepat adalah pilih pupuk cair (pupuk daun), unsur makro NPK harus disesuaikan dengan usia tanaman (anggrek muda memerlukan unsur N lebih banyak, sedangkan anggrek siap berbunga memerlukan unsur P lebih banyak). Pemupukan dilakukan seminggu sekali dengan dosis 1/2 sdt untuk 1 liter air. Semprotkan larutan pupuk dengan sprayer pada bagian daun dan akar. Pemupukan bisa dilakukan lebih sering dengan mengurangi dosis.
    5. Media tanam: Media tanam yang baik adalah yang tidak cepat lapuk, memudahkan akar menempel, berongga (porous) untuk sirkulasi udara, dapat menyimpan zat hara, serta tidak mudah menjadi sumber penyakit. Macam media adalah pakis, moss, sabut kelapa, arang kayu, pecahan batu bata atau genteng.
    6. Pot: Untuk pot bisa dipilih pot tanah atau plastik. Pot tanah bisa menyimpan air, sedangkan pot plastik tidak. Aggrek juga bagus ditanam di blok pakis dan digantung di bawah pohon. Secara berkala sebaiknya dilakukan repotting, misalnya 6 bulan sekali untuk memberi ruang lebih pada akar anggrek.
    Ok itulah beberapa tips yang bisa saya sampaikan, semoga tips2 diatas bermanfaat untuk anda yang mungkin merasa ragu untuk menanam bunga naggrek ini dan kembali bersemangat untuk mulai berkebun anggrek dirumah. Sukses untuk anda. Thanks.
  5. Merawat dan Menanam Mawar

    Written by Fitryan G.Dennis

    Thursday, 29 July 2010

    Foto :IstimewaFoto :IstimewaBUNGA yang satu ini tak dapat dipungkiri kecantikan dan keindahannya. Warnanya yang beraneka dan cantik membuat mawar banyak disukai orang dan sering dijadikan lambing cinta. Namun, merawat mawar susah-susah gampang, selain harus teliti, mawar juga punya sentuhan khusus. Untuk itu kita harus mengetahui mawar seperti apa yang layak ditanam dan cara menanamnya.
    Bila baru pertama kali menanam mawar sebaiknya pilih tanaman mawar yang sudah jadi di pot dan berumur minimal 2 tahunan untuk mengurangi resiko gagal. Pilih tanaman dengan percabangan minimal 3 cabang utama. Terkadang dijual mawar murah / discount yang cabangnya kecil. Sebaiknya hindari karena mawar yang diobral biasanya dari grade dengan kwalitas kacangan. Tidak akan menghasilkan bunga yang maksimal dalam waktu yang lama.
    Lantas, bagaimana cara menanamnya? Bunga Mawar seperti halnya tanaman hias lain memerlukan tanah yang subur,  paling bagus yang diberi kompos atau humus.  Pilih lokasi yang terkena matahari langsung, tidak banyak terpaan angin.
    Foto :IstimewaFoto :IstimewaMawar memerlukan penyinaran matahari   minimal 6 jam perhari untuk menghasilkan bunga yang banyak dan terus menerus.   Mawar tidak suka tanah yg  liat atau tanah yg  becek, pilih lokasi yang airnya tidak tergenang / stag.    Bila tanahnya terlalu liat campur dengan kompos / humus dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
    Buat lubang dengan kedalaman minimal 50 cm.  Isi dengan tanah subur, dan pupuk organik atau pupuk khusus untuk mawar dan untuk tanah liat atau tanah berpasir, campur tanah : kompos : pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
    Jarak antar tanaman tergantung jenis mawar yg anda tanam.    Bila anda menanam mawar penutup tanah maka jarak antar mawar sekitar 30 cm.  Kalo mawar untuk pergola memerlukan jarak 1m bahkan 2 m tergantung jenis mawar.  Mawar untuk pagar atau bunga potong biasanya berjarak tanam 50 – 60cm.
    Saat awal tanam, mawar perlu disiram setiap hari dengan banyak, disiram hanya pada tanahnya, pilih penyiraman saat pagi hari atau sore hari di mana tidak ada lagi matahari.  Ingat hanya tanahnya saja jangan daunnya.  Pada saat musim berbunga mawar juga memerlukan banyak air, sirami dengan melimpah.
    Bila sudah berumur 2 tahun, frekwensi penyiraman sudah bisa dikurangi menjadi 4 hari sekali, tapi tetap setiap kali disiram harus sampai tanahnya benar benar basah sampai ke akar.
    Merawat Tanaman Mawar
    Foto :IstimewaFoto :IstimewaAgar bunga mawar berbunga banyak dan kontinyu, lakukan beberapa hal penting seperti
    1.Beri Makan dan minum secara teratur. Makanan berupa pupuk khusus tanaman mawar atau jika tidak ada beri kompos atau humus.  Pemupukan dilakukan menjelang musim semi atau kalo di indonesia saat akhir musim hujan, menjelang musim semi.
    2.Beri makan lagi setiap 2 bulan selama periode berbunga.  Saya biasa menggunakan pupuk organik khusus mawar, terkadang juga kotoran sapi dan kotoran ayam yg sudah jadi (sudah kering dan terkomposisi / bukan yg masih baru).Beri minum yg banyak sesuai yg sudah saya tulis di atas.
    3.Gemburkan tanah dan cabut gulma / tanaman liar.  Saat ini trik ini tak lagi digunakan tapi sudah diganti dengan mulching. Mulching adalah tindakan menutupi tanah di bawah pohon mawar dengan bahan organik.  Bahan organik ini bisa berupa cacahan kulit pohon, cacahan daun2an,   potongan rumput yg dipangkas, jerami, potongan sayuran buangan dari dapur.
    4.Mulching ini menghindari tumbuhnya tanaman liar, mengurangi frekwensi penyiraman karena kelembaban tanah terjaga, bahan2nya akan terlomposisi dan menjadi    humus yang bagus untuk tanaman.  Mulching di musim dingin menjadi pelindung untuk mawar dari terpaan salju dan hawa dingin.
    Memangkas Mawar 
    Foto :IstimewaFoto :IstimewaPemangkasan mawar tergantung jenis mawar.  Mawar antik / mawar kuno gak boleh dipangkas pada musim semi karena mawar jenis ini bunganya dihasilkan dan cabang2 yg dihasilkan dari tahun sebelumnya.  Kalo dipangkas pada musim semi maka bunga yg dihasilkan akan sedikit atau malah tidak berbunga sama sekali.
    Mawar merambat / climbing rose / rosier grimpant pada 2 tahun pertama tidak boleh dipangkas karena akan membuat tanaman itu tidak menghasilkan cabang2 yang panjang dan merambat.  Pangkas atau buang cabang yg kering, yang mengarah ke dalam tanaman dan ranting yang bunganya telah layu.  Buang juga ranting dengan daun yang menguning.
    Lebih jauh tentang pemangkasan mawar akan saya tuliskan tersendiri di waktu yang akan datang.
    Mencegah dan mengobati penyakit mawar
    Bila tanah subur dan lobang tempat tanam dibuat dalam, maka mawar akan jarang sakit.  Penyakit yang umum pada mawar adalah Marsonia (bercak hitam), Oidium dan karat daun.  Bila itu terjadi  beri makan tanaman, dan membuang daun2 yang sakit (dipotong, dikumpulkan dan dibakar).  Untuk pencegahan semprotkan cairan preles (bahan organik).
    Hama mawar berupa kutu daun(di Prancis disebut puceron), yang memakan pucuk muda dan kuncup bunga.  Atasi dengan memencet kutu tsb.  Kalo kebanyakan biasanya gunakan campuran air savon de marseille (sabun marseille yaitu sabun organik) dan sesendok minyak sayur / olive oil).  Semprotkan cairan ini dan selang 3 hari kemudian disemprotkan lagi untuk mematikan kutu2 yang masih tersisa.
    Membuang “Gourmand”.
    Foto :IstimewaFoto :IstimewaPada tanaman mawar yang dimenggunakan teknik grafting, terkadang muncul tunas yang keluar dari batang bawah.  Di Prancis tunas ini di sebut Gourmand.  Kita bisa mengenali gourmand ini karena bentuk dauannya yang kecil, berbeda dengan daun mawar yang dipakai sebagai batang atas.  Buangi dan matikan gourmand itu karena kalo dibiarkan akan mendominasi mawar dan mematikan mawar batang atas.
    Mungkin bingung ya, gini penjelasannya:  Mawar teknik grafting (orang di Indonesia sering nyebut sebagai mawar cangkokan) terdiri dari 2 bagian, batang bawah adalah mawar liar untuk perakaran yang kokoh dan tanaman yang kuat dan batang atas berupa mawar yg menghasilkan bunga yang indah.  Bila tunas dari batang bawah dibiarkan tumbuh dan berkembang, maka ia akan mendominasi tanaman dan akhirnya batang atas yg menghasilkan bunga indah tidak berkembang dan akhirnya mati.
    Mudah mudahan dengan memilih jenis mawar yang tepat, mengikuti tips menanam dan merawat mawar anda akan memiliki taman mawar yang indah dan berbunga lebat dan kontinyu.  Di waktu yang akan datang saya akan menulis secara lebih terperinci tentang menanam mawar, memindahkan mawar, memperbanyak mawar dengan stek dan grafting dan tips budidaya mawar lainnya.1
    1

    Lihat komentar

  6. Untuk mengingatkan kita bahwa lahan untuk tanaman telah hampir punah oleh bangunan - bangunan pemukiman, pencemaran udara, lahan pertanian yang sekarat karena tiada pohon sebagai pelindung, luas hutan yang semakin menyusut, digantikan oleh lahan yang rawan akan bencana alam dan banyak lagi hal - hal yang seharusnya ada pohon sebagai penata alam yang sepadan, kini tiada lagi. Maka alangkah baiknya bila kita sedikit melangkan waktu dan niat untuk menanam dan merawat pohon.



    TIPS MENANAM DAN MERAWAT POHON

    1. MENCARI LAHAN
    Lahan bisa bertempat di lahan milik ( halaman rumah, kebun masyarakat atau milik perusahaan / lembaga dan lahan negara, dimana kepemilikan dan pengelolaannya dibawah pengawasan pemerintah ). Lahan yang dipilih untuk penanaman harus dijamin tidak akan berubah peruntukannya dalam jangka panjang. Pertumbuhan pohon - pohon apalagi di lahan hutan memerlukan waktu yang panjang ( diatas 10 tahun ) untuk dapat terciptanya ekosistem hutan yang baik dan berfungsi optimal. Jadi pikirkan dengan matang agar penanaman pohon bukan sekedar seremonial.

    2. BIBIT YANG TEPAT
    Setelah ditemukan lokasi yang cocok, langkah berikutnya adalah memilih jenis bibit yang akan ditanam. Jenis - jenis yang akan ditanam adalah sesuai dengan kondisi lahan, peruntukan dan fungsi bagi lingkungan. Bila ingin lingkungan kita teduh maka pilihlah jenis pohon yang daunnya rindang dan perawakannya besar seperti Trembesi, Flamboyan, Kersen atau Beringin. Pada lahan yang kurang subur, pohon Sengon dan Akasia bisa bertahan hidup.

    Bila menginginkan kita bisa menikmati panen buah, maka tanamlah pohon buah - buahan seperti Mangga, Alpukat, Rambutan, Durian, dll. Namun, jangan menanam Durian di tempat dengan lalu lintas yang ramai karena kalau buahnya jatuh bisa membuat orang celaka. Bila untuk jalur hijau pinggiran jalan, carilah jenis pohon yang buahnya kecil - kecil, tidak banyak daun rontok, cepat tumbuh dan bisa juga yang memiliki bunga seperti Angsana, Kersen, Malabar, Bungur, Flamboyan, Asam Jawa dan lain - lain. Ingat tanaman pinggir jalan jangan yang akarnya menonjol ke permukaan tanah karena akan merusak jalan dan membahayakan pengguna jalan.

    3. MEMBUAT LUBANG TANAM
    Bibit yang sudah dipilih, kini saatnya siap ditanam. Sediakan lubang tanam yang dibuat sehari sebelum penanaman ( sebaiknya ). Langkah ini dilakukan agar suhu udara didalam dan diatas permukaan tanah tempat penanaman stabil sehingga dapat membantu mengurangi stess pada tanaman. Tanaman yang stress akan sulit beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Lubang tanam dibuat minimal 20 cm x 20 cm ( sesuai besar bibit ) dengan kedalam 30 cm – 40 cm ( sesuai media dan bentuk akar ). Pada awal penanaman perlu ditambahkan pupuk kandang atau kompos untuk membantu menambah hara atau nutrisi bagi “penghuni baru” bumi.

    4. WAKTU MENANAM
    Pelaksanaan penanaman hendaknya dilakukan mulai jam 07.00 - 09.00 dan 17.00 – 18.00 ( tergantung Waktu setempat, WIB / WITA / WIT ), karena pada jam - jam tersebut suhu permukaan tanah tidak terlalu tinggi dan stabil sehingga dapat menghindari stres pada bibit tanaman. Apabila tidak memungkinkan menanam pada waktu tersebut dapat dilakukan pada jam yang lain, namun setelah ditanam segeralah membuat naungan untuk menghindari terik matahari yang menerpa bibit yang dapat membakar hijau daun tanaman. Bibit yang terbakar terik matahari menyebabkan klorofil daun tidak dapat melalukan fungsinya dalam proses fotosintesis dan menyebabkan tanaman bisa mati dalam waktu cepat.

    5. MENANAM BIBIT POHON
    Bibit yang akan ditanam terlebih dahulu dilepaskan dari kantung - kantung media tumbuhnya ( polybag ) kemudian ditanaman bersama media tumbuhnya. Saat melepas polybag perlu tindakan yang hati - hati agar media tumbuhnya tidak rusak, Tanaman ditempatkan pada posisi tegak agar proses pertumbuhan dapat berkembangan dengan baik dan bila perlu disanggah dengan bambu. Lalu tutup lubang tanaman dengan memasukkan tanah galian dan menekan secara perlahan di sekeliling tanaman sampai bibit dapat berdiri dengan baik. Lalu berdoalah agar Tuhan menjaga tanaman kita.

    Setelah bibit ditanam sebaiknya diberi ajir / patok penanda atau dipagari. Pemberian ajir bukan hanya menandakan bibit itu ditanam seseorang bukan bibit dari anakan alam. Ajir atau patok yang dipasang pada bibit punya efek psikologis bahwa tanaman itu ekslusif / istimewa / berharga dan masih dalam tahap pemeliharaan awal, perlu banyak perhatian.


    6. RAWATLAH DENGAN CINTA
    Seperti seorang bayi yang baru lahir, tanpa daya dan kemandirian. Bayi itu coba kita rawat sebentar hingga bisa berbicara dan bisa makan makanan lunak. Kemudian bayi tersebut dilepas di lingkungan dimana makanan harus diusahakan sendiri, minuman harus diraih sendiri dan perlindungan pada tubuh perlu dipenuhi. Bisakah bayi itu bertahan hidup lama tanpa ada yang merenggut dan merawatnya di tempat yang cocok baginya?

    Merawat sama pentingnya dengan menanam. Maka setelah menanam hendaknya dilakukan pemeliharaan terhadap gulma, semak, alang - alang, hama, kebakaran, tangan manusia dan gangguan lain agar ruang tumbuh tanaman dapat berkembang dengan baik. Selain itu jangan biarkan tanaman kekurangan gizi. Berilah kebutuhan pokoknya dengan menyiramnya dengan rutin, memberi pupuk yang sesuai dan memberi perhatian dan doa pada bibit - bibit itu. Perawatan bibit pohon bisa dilakukan sampai tanaman berumur 2 tahun. Umumnya pohon diatas umur 2 tahun sudah bisa survival dan hidup mandiri dari alam, namun tetap dijaga dari unsur perusak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar